Tanda Tanya
BISIKAN Wahai angin yang bernapas sejenak karena lelah, pernahkah kamu kedinginan? Seakan kamu hendak menabur uap tapi berbalik padamu Pernahkah kamu terdiam menyelami hangatnya mentari dan muslihat embun? Seakan kamu terlelap di antara dua nuansa kedamaian Ya, mungkin tak kau sadari waktu pernah mengantarkan hal serupa Namun kamu hanya membeku tanpa arah Bergerak tanpa haluan, bak badai pemusnah Sungguh, aku pun demikian wahai kawan Jiwa ini rapuh dan terlalu padam untukku seorang Tidak ada lagi penerang selain Dia Kenapa aku begitu bodoh dahulu?