Postingan

Nyatanya, Janji Untuk Diingkari

Aku melihat pagi, tapi rupanya sudah bukan pagi yang sama. Senja pun terlewat begitu saja, tanpa rasa dan makna. Ternyata menjadi dewasa cukup merepotkan, terutama ketika mengikhlaskan. Aku juga bukan layaknya aksara yang mampu merapikan keadaan dalam heningnya halaman. Bukan juga seperti angin pagi yang mungkin kembali di waktu senja. Semuanya bisa berbeda. Terlebih keadaan seperti saat ini. Tapi aku bisa memahami. Hanya saja, tidak baginya. Cerita waktu itu dan saat ini mungkin tak sama. Sudah usang. Begitupun janji yang terucap. Salah bila percaya, nyata bila mampu menjaga. Tapi nyatanya, teringkari.

HA, CODING? APA SIH CODING ITU?

HA, CODING? APA SIH CODING ITU? Nah, di sini saya mau bahas tentang materi pemrograman nih teman. Apa sih pemrograman itu? Apa itu sama kayak coding? Simak yahhh.... 😊 Perkenalkan dulu nih, saya Nia dari Universitas Internasional Semen Indonesia uisi.ac.id  dan alhamdulillah baru semester 1 nih di jurusan Sistem Informasi. Wah, apa itu Sistem Informasi? Jadi begini teman-teman, Sistem Informasi itu sangat erat kaitannya dengan hal IT. Ets, tapi di sini kami gak hanya diajarin di IT atau hal yang berbau coding aja. Kita juga diajari mengenai tiga hal nih. a.        IT ( Information and Technology). b.       People. c.        And organization. Saya di sini akan mengulas mengenai IT saja yaa teman-teman 😊 . IT , di semester awal ini kita fokus di Java nih teman. Java merupakan salah satu model atau tempat untuk membuat suatu coding . Kenapa sih kok harus ngoding sih kak? Berhubung...

Tanda Tanya

BISIKAN Wahai angin yang bernapas sejenak karena lelah, pernahkah kamu kedinginan? Seakan kamu hendak menabur uap tapi berbalik padamu Pernahkah kamu terdiam menyelami hangatnya mentari dan muslihat embun? Seakan kamu terlelap di antara dua nuansa kedamaian Ya, mungkin tak kau sadari waktu pernah mengantarkan hal serupa Namun kamu hanya membeku tanpa arah Bergerak tanpa haluan, bak badai pemusnah Sungguh, aku pun demikian wahai kawan Jiwa ini rapuh dan terlalu padam untukku seorang Tidak ada lagi penerang selain Dia Kenapa aku begitu bodoh dahulu?

PUISIKU

ULASAN HATI DI MALAM YANG DINGIN Hai, kekasihku Bolehkah aku bermunajat? Kasihmu telah sampai kepadaku Tapi, mengapa kini terasa begitu berat Hingga aku tak ingin merajuk kembali Jarak kini berpetik di antara kita Apa kamu menyadarinya? Kamu tak lagi sama. Setelah cahaya menyulam detik dan keadaan Kurasa, aku tlah kehilangan Pikiranku tak lagi bertaut dalam angan Jiwaku tak lagi berada di tempat yang sama Kita? Apa kata itu masih ada di sana? Hai, kekasihku.... Sedang apa dirimu? Aku di sini menanti dering kabar Bukankah dulu amarah menguasaimu ketika aku tak ada kabr? Lantas sekarang apa? Aku harus meluapkan semuanya kepada siapa? Hatiku sudah muak dengan omong kosong! Pergilah, sayang Bawalah semua kenangan “putih” ini bersamamu Aku sudah tak berdaya Cukup, sudah. Ngoro, myf

PUISIKU

Kepada pujaan hati, dengarkah kau? Meringkuk di bawah cahaya lilin Sendiri berteman asa Tidakkah kau merasa? Jauh sekali aku berharap Melipat tangan, panjatkan mutiara Namun tak kunjung hadir Bukan waktu yang aku inginkan Bukan kasih yang aku harapkan Juga bukan mereka yang aku nantikan Hanya kamu. Perlahan, perih menitih dalamnya sayatan Mungkin mereka sudah lelah Atau mungkin mereka terkait denganmu, entahlah Aku hanya bisa nikmati nyanyian sendu Di tengah malam, walau tetes menitik turun Aku hanya bisa menggenggam tangan sendiri Merasakan kehangatan diri Tanpa orang lain ketahui Aku terjatuh ke dalam jurang Di sanalah udara mengikis angin Begitupun angin, ia tak mampu bertahan bersamanya Di sanalah aku mulai tersedu Begitupun hatiku yang tak sanggup tertawa lagi Kepada pujaan hati, dengarkah kau?  Ngoro, myf

MUNGKIN

Ngoro, 9 Juli 2017. Entah apa yang saat ini dia pikirkan. Bagaimana keadaannya, apa dia makan teratur dan tidur dengan nyenyak, aku pun tidak tahu. Aku hanya berpegang teguh pada prinsipku sendiri, bukan keegoisanku. Apa prinsipku? Lebih baik berterus terang walau terasa menyakitkan. Lebih baik berbagi kesedihan dan duka yang nyata daripada harus bertahan sendiri. Disaat dia mempertanyakan tentang ‘kasih sayang’ itu sudah membuatku terluka. Bukan kata maaf yang aku inginkan, tapi sebenarnya aku sedang menunggu ‘ungkapan lain’. Setelah apa yang aku lakukan tidakkah itu cukup bagimu untuk mendapatkan kasih sayang? Lantas apa dengan melarikan diri seperti ini akan mengubah segalanya? Myf.

CERPENKU

15 Menit Saja!             “Yuuuhhhhuuuuu!!!” Wina berhambur di bawah air hujan setelah memakaikan mantelnya di badan Ari dan membuat peringatan agar Ari tidak melepaskan mantel itu. Dia sudah berjanji akan berada di bawah hujan selama 15 menit. Ari tidak boleh menganggunya, tentu saja. Di bawah patung, Ari menatap kepergian Wina dengan mata kagum.             Dia terlihat cantik di bawah hujan. Tangannya terbentang dan kepalanya terangkat ke atas seakan berbicara sesuatu pada mereka. You like the rain, Win.             “Aku punya satu permintaan, Tuhan. Ijinkan suaraku lebih keras daripada gemercik hujan ini. Aku mohon,” ucapnya sambil berputar-putar berusaha menangkap air hujan dengan kepala terangkat dan tangan terentangkan. Wina berhenti dan menarik napas. Sesaat Ari terkejut karena dia tiba-tiba berhenti...