Melampir Di Pucuk Nanti Untuk yang di sana. Segeralah sadar, karena alam masih tersadar. Alam mulai bertemu Aku menatap haluan tangan Serombak jalan melintasi layang "Akankah kita menyentrik di atas pohon?" Kemarilah, Ujung dari napas rambutmu, menanti Meleraikan daun semi yang risau; sia-sia Kemarilah, Lepaskan denyut yang tak berdamai Alam sudah menerobos ke kuil pucuk Sampiran kupu kertas; siap bertanya Di sini, aku. Di mana dia? Di dalam kabut Di mana sayap? Kalutan semai akan berkunjung Angkatlah dagumu! Tangkis semua yang berpintu Karena aku melampir di pucuk pohon Setali ranting akan terikat Tapi di mana jiwa, di sanalah kebebasan terikat ...