Melampir Di Pucuk Nanti

Untuk yang di sana. Segeralah sadar, karena alam masih tersadar.

Alam mulai bertemu
Aku menatap haluan tangan
Serombak jalan melintasi layang
"Akankah kita menyentrik di atas pohon?"
Kemarilah, 
Ujung dari napas rambutmu, menanti
Meleraikan daun semi yang risau; sia-sia
Kemarilah,
Lepaskan denyut yang tak berdamai
Alam sudah menerobos ke kuil pucuk
Sampiran kupu kertas; siap bertanya

Di sini, aku.
Di mana dia?
Di dalam kabut
Di mana sayap?

Kalutan semai akan berkunjung
Angkatlah dagumu!
Tangkis semua yang berpintu

Karena aku melampir di pucuk pohon
Setali ranting akan terikat
Tapi di mana jiwa, di sanalah kebebasan terikat

                                                                                   Jombang, 22 Juli 2014





Komentar

Postingan populer dari blog ini