Tanda Tanya
BISIKAN
Wahai angin yang bernapas sejenak karena lelah, pernahkah kamu kedinginan?
Seakan kamu hendak menabur uap tapi berbalik padamu
Pernahkah kamu terdiam menyelami hangatnya mentari dan muslihat embun?
Seakan kamu terlelap di antara dua nuansa kedamaian
Ya, mungkin tak kau sadari waktu pernah mengantarkan hal serupa
Namun kamu hanya membeku tanpa arah
Bergerak tanpa haluan, bak badai pemusnah
Sungguh, aku pun demikian wahai kawan
Jiwa ini rapuh dan terlalu padam untukku seorang
Tidak ada lagi penerang selain Dia
Kenapa aku begitu bodoh dahulu?
Wahai angin yang bernapas sejenak karena lelah, pernahkah kamu kedinginan?
Seakan kamu hendak menabur uap tapi berbalik padamu
Pernahkah kamu terdiam menyelami hangatnya mentari dan muslihat embun?
Seakan kamu terlelap di antara dua nuansa kedamaian
Ya, mungkin tak kau sadari waktu pernah mengantarkan hal serupa
Namun kamu hanya membeku tanpa arah
Bergerak tanpa haluan, bak badai pemusnah
Sungguh, aku pun demikian wahai kawan
Jiwa ini rapuh dan terlalu padam untukku seorang
Tidak ada lagi penerang selain Dia
Kenapa aku begitu bodoh dahulu?
Komentar